Minggu, 07 Oktober 2012

1001 CARA UNTUK SELALU DAPAT BERSYUKUR KEPADA ALLAH


Sudah menjadi sifat manusia untuk selalu mengeluh dan
kurang bersyukur. Apapun yang menimpa dirinya selalu
mengeluh, merasa masih kurang dan kurang bersyukur.
Misalnya pada waktu musim hujan . Hujan yang turun
terus menerus, manusia mengeluh, ”Kok hujan
terus-terusan , menyebabkab banjir dimana-mana”. Pada
waktu musim kemarau pun mengeluh, ”Kok panas sekali,
mata air mengering, susah dapat air, kapan hujan
turun”. Ketika matahari bersinar kemudian turun hujan
pada saat bersamaan manusia pun masih berkomentar ”Wah
ini udan kethek ( bhs jawa : hujan kera), hujan turun
kok ketika panas”. Itulah sekelumit gambaran betapa
sifat manusia yang suka mengeluh dan kurang bersyukur.
Mengingat hal tersebut pentinglah kiranya kita selalu
mengingatkan diri kita untuk selalu dapat bersyukur
kepada Allah SWT.
Dalam Q.S 14 (ibrahim) : 7 “Dan (ingatlah juga),
tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu
bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu,
dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka
sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.
Berdasarkan firman Allah di atas jelaslah bahwa Allah
akan memberikan 2 hal : reward dan Punisment
sehubungan dengan syukur ini. Reward berupa tambahan
nikmat dan punisment berupa adzab yang sangat pedih
(semoga kita terhindar dari hal ini).
Mengingat dari dua hal di atas, kita sebagai hamba
Allah sudah selayaknyalah untuk pandai-pandai
mensyukuri nikmat Allah. Ada beberapa hal yang sering
menjadi pertanyaan dalam benak kita seputar masalah
syukur ini, diantaranya adalah : bagaimana supaya kita
selalu dapat bersyukur ? bagaimana cara mengungkapkan
syukur itu? Mari kita coba mengurai hal tersebut.
Supaya kita selalu ingat untuk bersyukur, ada beberapa
cara sbb:
1.Berpikir positip
selalu berusaha melihat sisi positif dari setiap
kejadian dan kemudian mensyukurinya. Yakinlah bahwa
selalu ada rahmat Allah dari setiap kejadian. Inilah
yang membedakan antara orang yang beriman dan yang
tidak. Seburuk-buruknya peristiwa yang menimpa kita,
maka kita harus bertawakkal dan yakin pasti ada
manfaat di balik itu. Allah tidak akan membebankan
sesuatu kepada umatNya diluar kemempuan manusia.
2. Paradigma Masih Untung
Falasafah ini sering kita dengar dalam kebiasaan
masyarakat jawa. Tetapi saya yakin masyarakat suku
lain juga mengenal falsafah ini walaupun dengan
istilah yang berbeda. Paradigma masih untung ini
bukanlah sekedar untuk menghibur diri sendiri akan
tetapi sikap ini didasari bahwa Allah SWT senantiasa
melindungi dan memberi rahmat kepada kita, betapapun
kecilnya. Ini akan mengubah penolakan menjadi
penerimaan, kekeruhan menjadi kejernihan. Kadang kalo
kita baru tertimpa sebuah musibah , kita merasa dunia
tidak adil kepada kita, tapi kalau kita cepat-cepat
mengambil falsafah ini perasaan ketidak adilan, sedih,
galau dll perlahan akan hilang dan berganti kepada
rasa syukur kita kepada Allah SWT.
3. Janganlah ”Take for granted”. Menerima sesuatu
seolah seperti yang biasa, tanpa rasa syukur.
Kita sering kali tak dapat menemukan hal-hal yang
patut disyukuri karena kita sering merasa bahwa
sesuatu itu sudah semestinya terjadi. Padahal segala
sesuatu itu tidak terjadi begitu saja tanpa rahmat
Allah SWT. Mungkin kita tidak merasa mendapat hal yang
istimewa, punya rumah mewah, yang ada kolam renangnya,
villa yang indah di tempat yang sejuk, mobil mewah,
tabungan yang banyak tersimpan dimana-mana, investasi
properti yang bertebaran di seantero pelosok negri,
menjadi pejabat penting yang disegani dan lain
sebagainya yang serba hebat. Tapi bukanlah kita masih
sehat ? seluruh anggota keluarga kita sehat, anak ,
istri , orang tua dll sehat tak kurang suatu apa?
Bukanlah jantung kita masih berdetak? Nafas kita pun
tak pernah berhenti ? bukankah seluruh organ kita
masih berfungsi dengan noramal ? mata kita masih bisa
melihat ? telinga kita masih bisa mendengar ? ginjal
kita masih berfungsi dengan baik? Bukan kah kita masih
bisa menikmati makanan yang lezat?
Apakah semua itu terjadi dengan sendirinya ? tanpa ada
campur tangan dari Allah SWT? siapa yang mengontrol
detak jantung kita selagi kita tidur? Siapa yang
mengontrol kerja ginjal , paru-paru, hati dan organ
–organ lain dari mulai kita tidur , terjaga sampai
tidur lagi? Coba kita bayangkan bila salah satu organ
tubuh kita tidak bekerja dengan semestinya: misalnya
ginjal kita mengalami gagal ginjal terminal. Orang
yang sudah mengalami gagal ginjal terminal hanya
mempunyai tiga pilihan ; meninggal dengan pelan-pelan
(walaupun ini semua juga dengan kehendak Allah SWT),
melakukan cuci darah, atau melakukan transplantasi
(cangkok ginjal).yang pertama tidak akan kita bahas.
Kalau cuci darah, sekarang ini biaya untuk sekali cuci
darah adalah Rp. 600.000 padahal cuci darah dilakukan
seminggu 2-3 kali. Bisa dibayangkan betapa besarnya
biaya yang harus dikeluarkan dalam sebulan ? setahun?
Padahal cuci darah harus dilakukan seumur hidup. Kalau
tidak mau melakukan cuci darah terus menerus penderita
gagal ginjal harus melakukan cangkok ginjal. Biaya
operasi cangkok ginjal sekitar 300-500 juta dan pasca
operasi harus melakukan kontrol rutin yang membutuhkan
biaya sekitar 12 juta per bulan selama setahun.
Dengan melihat hal diatas betapa bersyukurnya kita
mempunyai tubuh yang sehat dengan organ-organ tubuh
yang bekerja semestinya. Syukur kita kepada Allah
tentu saja tidak hanya dengan lisan mengucap Hamdallah
tetapi juga harus disertai perbuatan dengan cara
menjaga kesehatan kita.
Demikianlah tiga hal untuk selalu dapat bersyukur
kepada Allah SWT. Tentunya masih banyak cara untuk
selalu dapat ingat akan bersyukur.
Semoga kita termasuk kedalam golongan orang orang yang pandai dalam mensyukuri nikmat yang Allah berikan…amien.

2 komentar: